Ketua PDIP Denpasar Cueki Kadernya yang Membelot di Pilkada

Home  »  PDIPNews  »  PDIP Bali  »  Ketua PDIP Denpasar Cueki Kadernya yang Membelot di Pilkada
Jul 28, 2015 No Comments ›› admin

Ngurah GedeTRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Dua hari menjelang dibukanya pendaftaran bagi calon wali kota Denpasar pada Minggu (26/07/2015) Juli besok, jajaran pengurus DPC PDIP Kota Denpasar mendatangi KPU Denpasar pada Jumat (24/07/2015).

Tiba pukul 11.00 Wita, belasan pengurus dan relawan yang dipimpin Ketua DPC PDIP Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Gede ini bermaksud mengambil formulir untuk pendaftaran bagi pasangan IB Rai Dharmawijaya Mantra-IGN Jaya Negara (Dharma-Negara) yang telah direkomendasi menjadi pasangan Cawali-Cawawali.

Terkait banyaknya pengurus yang datang, Ngurah Gede beralasan, PDIP Kota Denpasar memiliki tradisi kumpul pada hari penampahan Kuningan. Pada saat berkumpul, kesempatan tersebut dimanfaatkan sekaligus untuk mendatangi KPU Denpasar beramai-ramai.

“Tahapan proses kan sudah dimulai, seperti halnya Pilkada-Pilkada sebelumnya, kami memulainya dengan menyiapkan segala syarat administrasi bagi paket yang akan diusung,” kata Ngurah Gede.

Langkah yang sama telah dilakukan tim pasangan Ketut Suwandi-I Made Arjaya sehari sebelumnya. Suwandi-Arjaya diusung oleh KBM (Koalisi Bali Mandara) besutan Golkar, Gerindra, dan Demokrat. Padahal Made Arjaya adalah kader PDIP yang mantan anggota DPRD Bali.

Mengenai adanya kader PDIP, Made Arjaya yang maju bertarung melalui partai lain, Ngurah Gede tidak mempersoalkan.

Menurutnya, hal itu merupakan hak tiap orang. Apakah maju melalui PDIP atau lewat partai lain sebagai pribadi. Ngurah Gede tidak mau terburu-buru bicara soal sanksi yang bisa dijatuhkan PDIP kepada Arjaya.

“Sah-sah saja mencalonkan diri, kami tidak mau bicara sanksi sekarang. Tiap kader tentu tahu aturan partai,” ujar Ngurah Gede.

Untuk PDIP, sesuai dengan instruksi DPD PDIP, akan mendaftarkan para jagoannya ke KPUD bersamaan di hari terakhir, yaitu Selasa (28/07/2015). “Kami yakin menang lagi dalam Pilwali, masyarakat tentu bisa menilai kinerja Dharma-Negara,” kata Ngurah Gede. (*)


Leave a Reply