Visi Nyoman Dhamantra Menuai Dukungan Warga

Home  »  Aktivitas Kami  »  Berita Tentang Kami  »  Visi Nyoman Dhamantra Menuai Dukungan Warga
Mar 18, 2015 No Comments ›› admin

dhamantra5Denpostnews.com – Setelah melakukan simakrama visi-misi ‘’Berjuang Merebut Hak Bali’’ di segenap belahan Bali, kini dukungan komunitas terus mengalir buat Nyoman Dhamantra. Kini, kelompok warga Pengosekan Kelod, yakni Arya Kepakisan dan Dewa Manggis di Kabupaten Gianyar, mendukung sekaligus siap memenangkan calon legislatif (caleg) Partai Demokrasi Indonesia-Perjuangan (PDI-P) yang maju kembali dengan No. 5 untuk DPR RI ini.

Pernyataan dukungan komunitas warga itu disampaikan dalam acara tatap muka Tim Dhamantra Centre, yang dikomandani tokoh sepuh PDI-P Bali, Made Wirya, bersama ratusan warih (keturunan) warga Arya Kepakisant dan Dewa Manggis, Selasa (18/3) lalu di Balai Banjar Pengosekan Kelod dan pura dadia masing-masing.

Dewa Manggis, yang juga Kelian Adat Pengosekan Kelod, menyatakan, dari sekian caleg yang muncul untuk DPR RI, hanya Nyoman Dhamantra yang mempunyai visi-misi yang jelas dan tegas, dan warga kami mendukung konsep Berjuang Merebut Hak Bali. Suatu hal yang layak di perjuangkan di pusat. Untuk itu, sangat wajar didukung dan dipilih/dicoblos dalam Pileg 9 April nanti.”

Pernyataan dukungan senada muncul saat Nyoman Dhamantra hadir di hadapan segenap pengurus PAC dan Ranting PDI-P, serta ratusan warga Desa Blahkiuh, Abiansemal, Badung.
Ketua Anak Ranting PDI-P Blahkiuh, Gus Manik, dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus PAC dan Anak Ranting PDI-P se-Abiansemal untuk tidak ragu lagi memberikan dukungan serta memilih kembali salah satu putra terbaik Bali di masa kini (Dhamantra) untuk duduk mewakili mereka di kursi legislatif DPR RI Senayan, Jakarta.

Menanggapi dukungan terbuka itu, Nyoman Dhamantra mengaku merasa terharu dengan sambutan keluarga besar PDI-P se-Abiansemal, sebab kehadiran mereka semua dalam tatap muka yang digelar tersebut merupakan suatu kehormatan yang tidak ternilai. “Dukungan ini sekaligus membuat saya semakin yakin bahwa perjuangan merupakan keharusan dalam mencegah dan menghentikan keterpinggiran dan kemiskinan yang kian mendera rakyat Bali. Namun, harus waspada upaya pecah belah, intimidasi dan kekerasan yang dilakukan pihak tertentu, seperti nampak dalam kasus pemeriksaan dan penahaanan sejumlah aktivis yang menolak reklamasi Teluk Benoa, ” tandasnya. (*)


Leave a Reply